Apple Safari 4 Beta - 30X Lebih Cepat dari IE7


Menurut informasi Apple, engine Nitro yang menjadi inti dari Safari dapat menjalankan Javascript 4 kali lebih cepat dari Safari 3 bahkan 30 kali lebih cepat dari Internet Explorer 7 serta 3 kali lebih cepat dari Firefox. Performa ini dibenchmark menggunakan SunSpider JavaScript Benchmark. Bahkan bila dibanding Mozilla Firefox 3.1 Beta, Safari 4 ini masih lebih cepat kurang lebih 2 kali lipat. Bahkan Nitro juga memberikan performa sampai 3 kali lebih cepat untuk menampilkan halaman HTML dibanding IE7.

Fitur-fitur baru Safari 4 adalah:
- Top Sites yaitu tampilan preview visual untuk halaman yang sering dikunjungi
- Full History Search, mencari judul, alamat web dan teks komplit dari halaman-halaman yang barusan dikunjungi
- Cover Flow untuk menavigasi history web atau bookmark
- Tabs On Top untuk membuat browsing menggunakan tab lebih mudah
- Smart Address field untuk menampilkan otomatis menu drop down bila Anda mengetik alamat web ke field URL
- Smart Search untuk memberi rekomendasi atau saran dari Google atau pencarian sebelumnya yang pernah dilakukan menggunakan Safari
- Dukungan HTML5 untuk teknologi offline sehingga aplikasi web dapat menyimpan informasi secara lokal tanpa koneksi internet.
- Mendukung efek CSS yang canggih
- Full Zoom

Fitur spesial untuk developer:
-Web Inspector
-Elements
-JavaScript Debugger
-JavaScript Profiler
-Databases

www.beritateknologi.com

Apple Menunggu Sentuh Angka Milyaran Kali Download Aplikasi iPhone


Tak perlu heran, kehadiran Apple memang menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi dengan popularitas dari aplikasinya yang katanya hampir mendekati angka milyaran kali download dari seluruh penjuru dunia. Dalam penantiannya ini, untuk menggenapkan angka 1 milyar kali aplikasinya diunduh, Apple menggelar kontes yang cukup menggiurkan dengan hadiah 10.000 USD iTunes Gift Card, iPod Touch, Time Capsule dan Macbook Pro. Wuah, cukup menarik ya.
Nah, dari semua aplikasi yang dimiliki oleh Apple, berikut 20 top list dari aplikasi yang gratis dan berbayar.

Top 20 All-Time Free Apps:
1. Facebook
2. Google Earth
3. Pandora Radio
4. Tap Tap Revenge
5. Shazam
6. Pacman Lite
7. Backgrounds
8. Touch Hockey
9. Labyrinth
10. Flashlight
11. Urbanspoon
12. Movies
13. iBowl
14. Lightsaber Unleashed
15. SOl Free Solitaire
16. MySpace Mobile
17. Virtual Zippo Lighter
18. The Weather Channel
19. BubbleWrap
20. Remote

Top 20 All-Time Paid Apps:
1. Crash Banidcoot
2. Koi Pond
3. Enigmo
4. Bejeweled 2
5. iBeer
6. Moto Chaser
7. Pocket Guitar
8. Flick Fishing
9. Tetris
10. Texas Hold Em
11. Super Monkey Ball
12. Pocket God
13. Cro-Mag Rally
14. Ocarina
15. Fieldrunners
16. iFart Mobile
17. Touchgrind
18. iHunt
19. iShoot
20. Monopoly

www.beritateknologi.com

Reactable Multitouch Table, Alat Musik Elektronik


Untuk dapat membuat musik, tak selamanya kita harus berpangku pada Major Label yang perlu diikuti dengan serangkaian usaha dan seleksi. Tentu saja tak semua orang mendapatkan kesempatan untuk bisa menembus industri musik seperti itu. Tak jarang pula, akhirnya para musisi lebih banyak membuat musiknya menggunakan sistem Home Recording. Dengan menggunakan komputer dan alat musik tertentu, musik dapat dikemas sedemikian rupa sehingga dari segi kualitas mungkin juga tak akan kalah dibanding dengan hasil produksidari dapur rekaman Major Label.

Beberapa kali penelitian telah dilakukan di Pompeu Fabra University, yang akhirnya menghasilkan Reactable Multitouch Table yaitu alat musik eletronik yang mampu menggabungkan dari berbagai jenis sentuhan dan mengekspresikannya dengan bunyi-bunyian khusus. Alat ini memang bukan pertama kali diperkenalkan, namun tidak terlalu sama dengan alat-alat sejenisnya, alat ini memfokuskan diri sebagai alat musik. Untuk memudahkan penggunanya, alat ini menggunakan beberapa jenis bola karet yang setiap dari bola karet itu memiliki efek yang berbeda pasa sistem, dan bola-bola karet itu dapat berinteraksi satu dengan lainnya ketika mereka berada dalam jarak yang dekat ketika di sentuhkan pada alat tersebut. Sayangnya, belum dijelaskan berapa harga dari alat musik elektronik ini. Mungkin ini adalah generasi penerus dari turn table yang digunakan para DJ, namun berbedanya karena di sini tidak menggunakan piringan hitam sama sekali.

www.beritateknologi.com

Amazon ‘Banting Harga’ Musik Hits Demi Melawan iTunes


Kini Amazon menurunkan harganya dari penjualan lagu-lagu hits-nya untuk meningkatkan pasaran demi tetap bisa bersaing melawan kompetitor-kompetitornya, salah satunya mungkin iTunes Music Store. Harga yang ditawarkan untuk mendapatkan lagu-lagu Top Song di Amazon kini lebih hemat sekitar 0,3 USD atau sekitar 4 ribu rupiah dibanding kita membelinya dari iTunes.

Banyak toko musik digital seperti Apple dan Amazon mendapatkan tekanan dari para produsen musik, yang menginginkan fleksibilitas yang lebih tinggi. Namun Amazon sepertinya gigih dalam bersaing dengan iTunes, dengan cara menjual musik-musik yang sedang hits dengan harga 0,99 USD ketimbang iTunes yang membandrol musik-musik hits-nya dengan harga 1,29 USD.

Sejak Desember lalu, Amazon sudah memiliki lebih dari 5 juta lagu, sedangkan iTunes sendiri lebih banyak dengan kuantitas 10 juta lagu. Kedua penggagas toko musik digital tersebut menyediakan lagu-lagu yang tidak diproteksi khusus dan dapat digunakan oleh MP3 Player manapun, termasuk iPod. Sedangkan Apple sendiri sedang memantau 70 persen dari pasaran musik digital yang memiliki legalisasi khusus. Amazon sepertinya turut mempertimbangkan ini.

www.beritateknologi.com

Amazon Kindle 2 Diluncurkan


Amazon telah meluncurkan Kindle 2 yaitu perangkat pembaca buku elektronik atau e-book pada hari Senin kemaren dengan harga $359 atau kurang lebih Rp 4 jutaan.
Kindle versi 2 ini memiliki harga yang sama dengan versi pertama dari e-reader ini tetapi lebih tipis dan memiliki fitur yang ditingkatkan. Alat ini dapat menyimpan 1500 buku dan bukan hanya 200 pada versi pertama, serta dapat membaca teks dan mengubahnya jadi suara melalui dua speaker kecil di belakangnya.

Versi pertama Kindle telah dijual sejak November 2007 dan saat ini Kindle 2 juga mendapat respon antusias dari para pelanggan Amazon.

www.beritateknologi.com

Magic Cube all-in-one card reader


Anda penyuka benda-benda elektronik yang imut dan lucu? Wuah sudah tentu mengkoleksi benda-benda seperti headset, mouse atau hardware komputer lainnya akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Nah, ada lagi nih salah satu benda elektronik yang bentuknya imut dan lucu. Ini bukan kotak biasa, melainkan all-in-one card reader yang dapat digunakan untuk microSD, SDHC, SD dan xD. Selain itu card reader yang unik ini dapat dikoneksikan melalui USB juga, dan dapat mentransfer data dengan kecepatan sampai dengan 480Mb per detik. Alat ini dapat digunakan dengan sistem operasi Windows dan Linux. Dipasarkan dengan harga 9.99 USD atau sekitar 120 ribu rupiah saja. Nah, lucu bukan, mungkin produk ini suatu hari bisa menambah koleksi Anda!

www.beritateknologi.com

Mozilla Bergabung dengan Komisi Uni Eropa Gugat Microsoft

Komisi Uni Eropa telah mengijinkan Mozilla untuk bergabung dan menjadi bagian dari pihak yang menentang monopoli Microsoft. Sebelumnya komisi ini telah menuding Microsoft telah melanggar peraturan kompetisi browser di Eropa. Tudingan tersebut dilancarkan kepada Microsoft melakukan kecurangan dalam praktik kompetisi web browser dengan mem-bundling web browser Internet Explorer (IE) besutannya kedalam sistem operasi Windows.

Berdasarkan sebuah dokumen Form 10-Q bahwa “Komisi Uni Eropa menerbitkan pernyataan yang bertujuan untuk mempercepat persiapan peninjauan Komisi tersebut mengenai web browser Intenet Explorer didalam Windows sejak 1996 yang merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum kompetisi di Eropa”

Rupanya Mozilla ikut mengamini tudingan Uni Eropa terhadap kecurangan Microsoft tersebut. Petinggi Mozilla Fondation dan Pendiri sekaligus CEO Mozilla Coporation, Mitchell Baker dalam blognya menyatakan bahwa dia tidak ada “sedikitpun keraguan” bahwa Microsoft telah melukai persaingan di dunia web browser dengan mengikutsertakan Internet Explorer dengan sistem Operasi Windows, merong-rong inovasi produknya dan membatasi pilihan konsumen.

“Saya telah terlibat dalam pembangunan dan penyaluran web browser secara berlanjut sejak sebelum Microsoft memulai untuk mengembangkan Internet Explorer, dan Microsoft telah merusak persaingan, inovasi, dan langkah pengembangan web itu sendiri secara terang-terangan dan terus menerus”,ujar Baker.

Oleh karena itu, Mozilla akan mendukung upaya Komisi Uni Eropa menghadang praktik persaingan ini. Dalam kasus tersebut, Mozilla berdiri sebagai pihak ketiga, yang berwenang memberikan pendapat kepada regulator Eropa, melihat pernyataan yang dikirimkan Komisi Uni Eropa ke Microsoft, dan berpartisipasi dalam dengar pendapat jika diinginkan.

Sebulan yang lalu, CEO Opera, Jon von Tetzchener menginginkan untuk melihat Internet Explore digantikan oleh browser lain, atau sebuah pilihan bagi penggunanya untuk memilih browser yang mereka gunakan ketika mengistalasi sistem operasi Windows. Meskipun banyak pengguna tidak tahu adanya browser lain, atau bahkan apakah browser itu, mereka langsung memilih apapun yang hadir dalam benak mereka atau apa yang mereka gunakan pada saat kerja yaitu Internet Explorer.

Sebelumnya, setahun yang lalu Opera telah melayangkan protes ke Komisi Uni Eropa terkait kecurangan yang dilakukan Microsoft tersebut.

Jika Mozilla dan Opera sudah menentukan sikap mengenai indikasi kecurangan Microsoft tersebut, tak demikian dengan Google yang membesut Google Chrome dan Apple dengan browser Safari yang hingga saat ini belum memberikan pernyataan sikap mereka terhadap kasus ini.

Persaingan didunia web browser memang semakin ketat. Beritateknologi.com beberapa waktu lalu juga telah melansir berita mengenai rangking kinerja web browser.

www.beritateknologi.com